Biografi Luna Maya

Rabu, 08 Desember 2010
Luna Maya (lahir di Denpasar, Bali, 26 Agustus 1983; umur 27 tahun) adalah aktris sinetron dan film layar lebar Indonesia yang mengawali kariernya sebagai model iklan dan catwalk.

Karier
Luna mengawali kariernya sebagai model. Ia terjun ke dunia peran pada 2004 sebagai peran pendukung lewat film 30 Hari Mencari Cinta. Dalam film tersebut, Luna berperan sebagai Barbara, seorang gadis cantik dan seksi yang menjadi idaman pria. Ini adalah peran pertama Luna sebagai tokoh antagonis. Setelah itu Luna muncul dalam film Brownies pada tahun 2005. Dalam film arahan sutradara Hanung Bramantyo itu, Luna kembali menjadi peran pendukung. Peran pertama Luna sebagai tokoh utama adalah sebagai Mina dalam Bangsal 13 pada tahun yang sama.

Nama Luna kian melambung di jagat hiburan Indonesia, setelah ia berperan di film Cinta Silver dan digosipkan berhubungan dengan Ariel, vokalis grup musik Peterpan. Hubungan mereka berdua kerap menimbulkan spekulasi dari kalangan media.

Setelah Cinta Silver, Luna muncul dalam Ruang, aktingnya meraih sejumlah nominasi di ajang penghargaan film nasional termasuk Festival Film Indonesia. Selain film layar lebar, Luna juga eksis di dunia sinetron dan membintangi sejumlah iklan ternama seperti Lux, Zestea, Sarimi, Vitalong C, XL, Bu Krim Detergen, Toshiba, dll.

Sederet prestasi yang diraih oleh Luna membuat ia dipilih sebagai salah satu pembawa obor di ajang Olimpiade 2008. Tak hanya dunia peran dan model yang digeluti oleh Luna. Bersama Dewi Sandra dan Sandra Dewi, Luna turut menyumbangkan suaranya dalam lagu tema Euro 2008 berjudul "Play".

Setelah kolaborasinya dengan Dewi Sandra dan Sandra Dewi, Luna kembali melakukan kolaborasi, kali ini dengan Dide, vokalis band Hijau Daun. Mereka menyanyikan lagu "Suara (Ku berharap)" milik "Hijau Daun" yang diaransemen ulang dalam versi dangdut. Lagu ini menjadi soundtrack untuk film Luna, Janda Kembang. Selain itu, Luna juga melebarkan sayap di bidang penyutradaraan dengan menyutradarai sebuah film pendek indie berjudul "Suci And The City" , video klip single terbaru penyanyi Nadia (Dhea Ananda) berjudul Kau Tak Setia dimana Luna juga bertindak selaku produser untuk album terbarunya, dan video klip dari sebuah band baru bernama Malka

Baru-baru ini Luna meraih penghargaan Special Mention untuk film pendek yang disutradarainya Suci And the City di Awarding Night LA Lights Indie Movie. Sayangnya, prestasi Luna ini tidak diapresiasi dengan baik oleh pelaku infotainment. Sikap tidak bijaksana dari pelaku infotainment kembali ditunjukkan pada saat pembacaan nominasi Panasonic Gobel Awards 2010 pada 18 Februari 2010. Saat nama Luna dibacakan sebagai nominator untuk kategori Aktris Terfavorit dan Presenter Musik Variety Show Terfavorit, beberapa wartawan malah mengeluarkan cemoohan yang tidak pantas. Hal ini sungguh ironis ketika justru pihak infotainment sudah mengeluarkan pernyataan damai terhadap Luna di hari yang sama.

Awal April 2010, Luna yang ditetapkan oleh Indonesia's Showbiz Insiders sebagai #1 Highest Paid TV Star 2009 dan #3 Highest Paid Actress 2009, untuk pertama kalinya bekerjasama dengan sang kekasih, Ariel, dalam iklan Lux versi couple.

Di saat pemberitaan mengenai kasus video porno yang melibatkan Luna merebak, Luna terpaksa harus istirahat sementara dari dunia entertainment. Namun pada bulan Oktober, Luna mengawali comeback dengan tampil di acara musik Mantap. Kembalinya Luna di televisi mendapat dukungan penuh dari penggemar setianya.

Di bulan November, Luna tampil sebagai bintang tamu di mini konser Cinta Silver oleh penyanyi Glenn Fredly yang memang khusus mendedikasikan konser tersebut untuk Luna dan sutradara Erwin Arnada. Pada konser tersebut, Luna membacakan sebuah puisi cinta. Penampilan singkat itu kembali mendapatkan respon positif. Selain itu, Luna juga mengawali kembali kariernya di dunia akting dengan membintangi sebuah film pendek berjudul Natalie's Instinct. Di film garapan Aryo Wahab tersebut, Luna menjadi pemeran utama bernama Natalie.

Twitter
Pada akhir tahun 2009, Luna bermasalah dengan Infotainment karena pernyataan emosionalnya di Twitter mengenai Infotainment "Infotemnt derajatnya lebih HINA dr pd PELACUR, PEMBUNUH!!!may ur soul burn in hell," tulis Luna dalam akun Twitternya, seperti Detikhot kutip pada 16 Desember 2009. pernyataan ini muncul tengah malam, sekitar jam 00.00 WIB pasca kamera salah satu kru infotainment membentur kepala Alleia, putri Ariel “peterpan” yang sedang digendongnya setelah menghadiri premier film Ariel, 'Sang Pemimpi,' di lantai dua Plaza EX, Jakarta pada malam tanggal 15 Desember 2010.[1] Meski beberapa jam setelah pernyataan tersebut, Luna akhirnya memutuskan untuk menghapusnya kemudian meminta maaf "Maaf yaa semua untuk twit yg gak penting itu, tp untuk yg mengerti makasih bgt, tp untuk yg gak ngerti jg maaf...,". [2] Pro dan kontra tak terhindarkan seiring meruncingnya masalah karena pihak infotainment melaporkan Luna terkait pernyataannya tersebut.[3] Kasus ini mendapat perhatian luas dari berbagai kalangan, bahkan melebar kemasalah-masalah lain: PBNU mengeluarkan fatwa haram terhadap infotainment[4], Aliansi Jurnalis Independen (AJI) menolak infotainment bagian dari jurnalis [5], desakan yang makin kuat untuk segera diperbaikinya UU ITE [6], dan lain-lain hingga masuk dalam catatan HAM Amerika Serikat

Video porno amatir
Luna Maya kembali membuat Indonesia guncang pada awal Juni 2010 karena beredarnya rekaman video porno matir bersama Ariel Peterpan di dunia maya. Rekaman video tersebut memperlihatkan hubungan seksual yang sedang dilakukan Luna dan Ariel. Video tersebut terdiri dua bagian, masing-masing berdurasi 1,4 menit dan 6,5 menit [8]. Kasus yang mendapat perhatian luas dari media dalam negeri maupun luar negri ini membuat karier Luna di dunia hiburan hancur, dimulai dari Unilever yang memutuskan kontraknya sebagai ikon LUX [9] kemudian menyusul Toshiba [10] dan Dahsyat [11] Sedangkan WFP memilih untuk tidak ikut campur dalam masalah personal Luna tersebut.
Related Posts Widget For Blogger with ThumbnailsBlogger Widgets

Biografi Kiki Amalia

Kiki Amalia (lahir di Jakarta, 26 November 1981; umur 29 tahun) adalah model dan pemain sinetron serta film Indonesia . Kiki mengawali karier di dunia model dari pemilihan Cover Girl Majalah Aneka di tahun 1995. Kiki bahkan pernah berpose untuk majalah FHM. Sebelum terjun ke dunia sinetron, pemenang Wajah Femina tahun 2000 ini pernah membintangi berbagai iklan televisi. Beberapa sinetron yang pernah dibintangi Kiki antara lain Legenda Misteri, Wewe Gombel, Bule Betawi, Jodoh Apa Bodoh, Anak Ajaib, serta sinetron religius Islami Hidayah dan Rahasia Ilahi. Lulusan D3 Business Management London School ini juga pernah membintangi film Rantai Bumi

Selain berakting, Kiki yang berzodiak sagitarius ini mulai merambah dunia presenter. Mantan kekasih aktor Hengky Kurniawan kini menjadi presenter acara kontes dangdut di TPI yang berjudul Hajatan Dangdut Mania.

Meski sibuk menjadi presenter, namun Kiki tak lupa tetap mengasah bakat aktingnya melalui layar lebar. Ia berkesempatan bermain di film Mas Suka Masukin Aja produksi K2K Production.

Kehidupan pribadi
Pada tanggal 27 November 2010 Kiki menikah pasangannya adalah pesepakbola Markus Horison.[

Biografi Dian Sastrowardoyo

Diandra Paramitha Sastrowardoyo, lebih dikenal masyarakat luas dengan nama Dian Sastro (lahir di Jakarta, 16 Maret 1982; umur 28 tahun) adalah seorang pemeran Indonesia.

Karier
Dian Memulai kariernya di dunia hiburan pada tahun 1996, sebagai juara 1 di ajang GADIS Sampul yang diadakan majalah GADIS. Ia disebut-sebut sebagai ikon kebangkitan film nasional bersama rekannya di film AADC, Nicholas Saputra. Film pertamanya Bintang Jatuh (2000), karya Rudi Sujarwo, diedarkan indie di kampus-kampus dan tidak ditayangkan di bioskop. Di film tersebut Dian beradu akting dengan Marcella Zalianty, Garry Iskak dan Indra Birowo. Film selanjutnya di tahun 2001, Pasir Berbisik menyandingkannya untuk beradu akting dengan Christine Hakim, Slamet Rahardjo dan Didi Petet. Lewat film ini, Dian dianugerahi pemeran wanita terbaik pada Festival Film Internasional Singapura (2002) dan Festival Film Asia di Deauville, Perancis (2002).

Dian juga pernah menjadi pembawa acara kuis Super Miliarder 3 Miliar yang ditayangkan di ANTV. Selain itu ia juga pernah membintangi serial TV yang berjudul Dunia Tanpa Koma di RCTI

Cintanya kepada dunia film Indonesia dibuktikan Dian dengan kontribusinya di film terbarunya, Drupadi. Selain berakting di depan layar, Dian juga bertindak sebagai produser di film ini.

Pembawa obor di ajang Olimpiade 2008 ini kembali disandingkan bersama Nicholas Saputra di sebuah film. Film 3 Doa 3 Cinta merupakan film dengan nuansa religius yang dibesut oleh sutradara Nurman Hakim. Di ajang International Festival of Asian Cinema Vesoul, 3 Doa 3 Cinta berhasil membawa pulang penghargaan Grand Prize of the International Jury.

Data diri
Dian lahir di Jakarta tanggal 16 Maret 1982 dari pasangan Ariawan Rusdianto Sastrowardoyo dan Dewi Parwati Setyorini. Dikenal sebagai aktris berbakat yang penuh dengan totalitas. Hobinya adalah membaca, nonton dan segala sesuatu yang berkaitan dengan seni. Menganut agama Islam setelah sebelumnya menjadi penganut Katolik. Selain sebagai aktris ia pernah memiliki rubrik sendiri di majalah GADIS yang bernama Kata Dian, di rubrik tersebut ia menyalurkan bakat menulisnya dan berkomunikasi dengan pembaca majalah Gadis. Ia adalah lulusan jurusan filsafat FIB UI yang tak jarang dimintai bantuan sebagai asisten dosen oleh para seniornya.

Dian adalah salah seorang cucu tokoh pergerakan nasional Prof Mr Sunario Sastrowardoyo.Dian adalah pemain film Indonesia.

Biografi Carissa Putri

Carissa Putri Sulaiman (lahir di Frankfurt, Jerman, 12 September 1984; umur 26 tahun) adalah pemeran wanita Indonesia.

Karier
Pengalaman akting pertama putri bungsu pasangan Ris Isa Soelaiman dan aktris senior Lily S.P. ini adalah sebagai pemeran pendukung dalam sinetron Siti Nurbaya (2006). Setelah itu, lulusan FISIP Universitas Pelita Harapan ini bermain dalam beberapa Jangan Pisahkan Aku, 1 Bunga 4 Kumbang, Anggun, Hikmah 3, dan I Love U Bos. Nama Carissa melejit usai membintangi film Ayat-Ayat Cinta (2008) yang diangkat dari novel laris berjudul sama Ayat Ayat Cinta, karangan Habiburrahman El Shirazy. Ingin menghapus image Maria yang kental melekat usai bermain dalam Ayat-ayat Cinta, Carissa bermain dalam film drama komedi The Tarix Jabrix. Film ini dirilis 17 April 2008, dua bulan setelah Ayat-ayat Cinta dirilis pada 28 Februari 2008.

Kontroversi
Ketenaran nama Carissa juga diikuti oleh gosip tak sedap. Saat film Ayat-ayat Cinta masih hangat dibahas, sebuah foto mesra Carissa bersama seorang pria beredar di internet. Carissa pun angkat bicara dan mengaku pria dalam foto tersebut adalah adik sepupunya. Carissa mengaku foto tersebut merupakan koleksi pribadi yang tidak ditujukan untuk konsumsi publik. 


Referensi : Wikipedia

Biografi Chelsea Olivia

Chelsea Olivia Wijaya (lahir di Bandar Lampung, 29 Juli 1992; umur 18 tahun) adalah seorang aktris Indonesia. Chelsea merupakan anak bungsu dari tiga bersaudara.

Awal karier sinetron
Pertama kali terjun di dunia model dan sempat membuat album untuk anak-anak. Setelah tergabung ke dalam Indika Intertainment dia mendapatkan peran dalam Sinetron Matahariku. Mulai dikenal publik sejak membintangi sinetron Cincin. Setelah itu tawaran bermain sinetron dan iklan berdatangan kepadanya. Namanya semakin dibicarakan setelah membintangi Sinetron Buku Harian Nayla.

Berkecimpung dalam film dan musik
Selain bermain sinetron, Chelsea yang beragama Protestan sedang disibukkan bernyanyi bersama BBB (Bukan Bintang Biasa) yang beranggotakan para pesinetron muda seperti: Laudya Chintya Bella, Raffi Ahmad, Dimas Beck dan Ayushita dibawah bimbingan penyanyi dan pencipta lagu Melly Goeslaw. Rencananya grup BBB juga akan mengisi Soundtrack film layar lebar yang berjudul Bukan Bintang Biasa tersebut

Kisah cinta
Sinetron Buku Harian Nayla mempertemukannya dengan Glenn Alinskie yang juga artis pendatang baru yang kini menjadi kekasihnya. Glenn dan Chelsea dikabarkan resmi pacaran satu hari sebelum ulangtahun Chelsea yang ke-15 tanggal 28 Juli 2007, setelah sebelumnya menjalin hubungan dengan Ricky Harun.

Prestasi
    * Putri Bobo Favorit 2002
    * Warna Buyung Upik Favorit 2003

Film
    * Bukan Bintang Biasa (2007)
    * Summer Breeze (2008)
    * Suka Ma Suka (2009)
    * Seoul With In Love (2010)
    * Cinderella Marah (2011)

Sinetron
    * Setetes Embun
    * Bayangan Adinda
    * Serberkas Kasih Mama
    * Matahariku (sinetron)
    * Tuhan Ada Dimana-mana
    * Kodrat
    * Cincin sbg Sasta
    * Penyihir Cinta sbg Kezia
    * Maha Cinta
    * Cewek Penakluk
    * Loni Cantik Maukah Kamu Jadi Pacarku
    * Pangeran Penggoda sbg Bulan
    * Mawar sbg Mawar
    * Buku Harian Nayla sbg Nayla
    * Menanti Keajaiban Cinta sbg Nadia
    * Chelsea sbg Chelsea
    * Melati untuk Marvel sbg Melati
    * Mawar Melati sbg Melati
    * Cinta Melody sbg Melody

Biografi Bunga Citra Lestari

Bunga Citra Lestari (lahir di Jakarta, 22 Maret 1983; umur 27 tahun, sering disebut dengan BCL) adalah seorang penyanyi dan aktris sinetron dalam dunia hiburan Indonesia. Putri pasangan Muchlis Rusli dan Emmy Syarif ini menghabiskan masa SMP-nya di Lhokseumawe, Aceh, lalu pindah ke Jakarta. Lagu hit-nya yang berjudul Sunny juga mengisi soundtrack untuk film Cinta Pertama. Ia pernah berduet dengan PAS Band yang merupakan awal kariernya di dunia musik.

Sinetron
Kariernya dimulai sebagai pemain sinetron. Sinetron yang pernah dibintanginya antara lain ABG, Senandung Masa Puber, Dari Temen Jadi Demen, Penjaga Hati

Menyanyi
Ia juga terjun di dunia musik. Lagunya yang pernah menjadi hit adalah Aku Tak Mau Sendiri. Lagu Cinta Pertama (Sunny) yang merupakan soundtrack film Cinta Pertama membuat nama Bunga Citra Lestari semakin populer. Lagu ciptaan Dewiq ini membuat impian Bunga menjadi penyanyi terwujud. Apalagi setelah album solo perdananya terjual 75 ribu kopi hanya dalam waktu dua minggu. Pemilik pipi chubby yang mengawali kariernya sebagai model iklan ini, juga populer dengan penampilannya bersama Ari Lasso lewat hit Aku dan Dirimu dalam album "The Best of Ari Lasso".

Kehidupan pribadi
Aktris yang namanya juga pernah disebut sebagai 'biang' perceraian Ariel Peterpan ini menikah dengan Ashraf Sinclair, seorang aktor asal Malaysia keturunan Melayu-Inggris yang juga putra seorang miliarder, pada tanggal 8 November 2008.

Resepsi yang sangat mewah dan meriah diadakan di dua negara, yakni Indonesia dan Malaysia. Ashraf dan Bunga yang mendapat emas kawin berupa sepasang anting berlian ini, mengadakan resepsi di Jakarta pada 9 November 2008 serta di Malaysia pada 14-15 November 2008.

Setelah menikah, Bunga masih tetap mengembangkan bakat aktingnya dengan dukungan penuh sang suami, Ashraf. Hal ini terbukti dengan kompaknya pasangan ini tampil dalam suatu film romantis, Saus Kacang yang rilis pada tahun 2008. Bahkan soundtrack film ini dibawakan oleh Bunga dan Ashraf membantunya di video klip.

Pada tanggal 22 September 2010 Bunga melahirkan seorang anak laki-laki yang diberi nama Noah Sinclair

Biografi Vino G. Bastian

Vino Galileo Bastian (lahir di Jakarta, 24 Maret 1982; umur 28 tahun) adalah seorang aktor film asal Indonesia. Vino adalah putra bungsu Bastian Tito, penulis cerita silat yang terkenal lewat seri Wiro Sableng.

Karier

Di bangku SMP, ia mulai bermain musik sebagai penabuh drum. Ia kemudian menjadi seorang model dan pada tahun 2004 melakukan debutnya sebagai aktor lewat film 30 Hari Mencari Cinta. Dalam film arahan sutradara Upi Avianto tersebut, Vino memerankan karakter seorang pria yang ternyata homo. Film itu dibintanginya bersama aktris Nirina Zubir, Maria Agnes, Dinna Olivia dan Revaldo Fifaldi.

Akting Vino dalam film perdananya tersebut membuat Erwin Arnada, direktur Rexinema, untuk memasang kembali Vino dalam film Catatan Akhir Sekolah (2005) arahan sutradara Hanung Bramantyo. Dengan arahan sutradara Upi Avianto, Vino bermain dalam film Realita, Cinta dan Rock'n Roll (2006). Film produksi Virgo Putra Film tersebut dibintanginya bersama Herjunot Ali dan puteri Indonesia Nadine Chandrawinata. Tawaran film pun menyusul secara deras kepadanya, di antaranya Pesan Dari Surga (2006) dan remake Badai Pasti Berlalu 2007 (2007). Ia meraih penghargaan FFI sebagai Best Actor dan penghargaan Indonesian Movie Awards sebagai Favorite Actor, Best Couple dan Favorite Couple (bersama Fahrani) untuk perannya dalam Film Radit dan Jani.

Tahun 2009 Vino berhasil menggeser Tora Sudiro dari puncak dan menempati peringkat 1 aktor film Indonesia dengan bayaran termahal (Indonesia's Highest-Paid Actor) dengan honor Rp 250 Juta per film.

Filmografi

    * "30 Hari Mencari Cinta" (2004)
    * "Catatan Akhir Sekolah" (2005)
    * "Foto Kotak dan Jendela" (2006)
    * "Realita, Cinta dan Rock'n Roll" (2006)
    * "Pesan Dari Surga" (2006)
    * "Badai Pasti Berlalu" (2007)
    * "Tentang Cinta" (2007)
    * "Radit dan Jani" (2008)
    * "In The Name Of Love" (2008)
    * "Punk In Love" (2009)
    * "The Police" (2009)
    * "Serigala Terakhir" (2009)
    * "Satu Jam Saja" (2010)

Biografi Rano Karno

Rano Karno (lahir di Jakarta, 8 Oktober 1960; umur 50 tahun) adalah seorang aktor Indonesia yang terkenal sebagai "Si Doel" dalam film sinetron Si Doel Anak Sekolahan. Ayahnya adalah seorang aktor kawakan, Soekarno M. Noer. Selain itu dia juga mempunyai saudara kandung yang juga turut bermain film seperti Tino Karno dan Suti Karno. Ia pernah diwacanakan menjadi pendamping Fauzi Bowo sebagai wakil gubernur dalam pemilihan gubernur DKI Jakarta tahun 2007. Pada Maret 2008, ia menjadi Wakil Bupati Tangerang untuk periode 2008-2013.

Karier di dunia hiburan
Sejak umur sembilan tahun, Rano sudah diajak ayahnya membintangi film Lewat Tengah Malam , memerankan tokoh anak. Namanya mulai dikenal lewat film Si Doel Anak Betawi (1972) karya Sjuman Djaja yang diangkat dari cerita Aman Datoek Madjoindo. Dalam film itu, putra ketiga dari enam bersaudara pasangan Soekarno M. Noer (Minang) dan Istiarti M Noer (Jawa) berperan sebagai pemeran utama. Sejak itu, prestasinya pun mulai kelihatan. Lewat film Rio Anakku (1973), Rano memperoleh penghargaan Aktor Harapan I PWI Jaya (1974). Kemudian, dalam Festifal Film Asia 1974 di Taipei, Taiwan, ia meraih hadiah The Best Child Actor. Selanjutnya ia mendapat peranan-peranan dewasa lewat film Wajah Tiga Perempuan (1976), Suci Sang Primadona (1977), Gita Cinta dari SMA (1979). Untuk mendukung niatnya terjun ke dunia film, Rano pun belajar akting di East West Player, Amerika Serikat.

Ketika industri film Indonesia 'pingsan', Rano beralih ke Sinetron. Si Doel Anak Sekolahan adalah sinetron paling monumental yang digarapnya bersama saudara-saudaranya dalam Karno's Film. Dalam sinetron itu, di samping menjadi sutradara, penulis cerita dan skenario, Rano juga ikut main menjadi Si Doel. Selain serial Si Doel Anak Sekolahan 1-6, PT Karnos Film juga menghasilkan sinetron Kembang Ilalang dan Usaha Gawat Darurat .

Rano juga pernah terjun ke dunia tarik suara. Album perdananya, Yang Sangat Kusayang terhitung cukup laku di pasaran

Karier politik

Di awal tahun 2007, Rano pernah berpamitan kepada insan film nasional, untuk lebih berkonsentrasi dalam 'karier baru'-nya sebagai Calon Wakil Gubernur (Cawagub) DKI Jakarta.[2] Namun pertengahan 2007, muncul iklan keluarga Si Doel yang mendukung Fauzi Bowo. Hal ini semapt memunculkan rumor bahwa Rano mundur dari kancah Pilkada DKI setelah menerima uang miliaran rupiah dari Fauzi Bowo. Meski hal itu akhirnya ditepis oleh kedua pihak.[3]

Rano kembali mengejutkan publik di penghujung 2007 dengan menyatakan bahwa dirinya telah ditetapkan sebagai Calon Wakil Bupati (Cawabup) Tangerang sesuai dengan keputusan partai pendukung untuk mendampingi Calon Bupati Ismet Iskandar pada Pilkada Tangerang 2008[4] Pasangan ini kemudian terpilih sebagai pemenang dan Rano menjadi Wakil Bupati Tangerang untuk periode 2008-2013.

Kehidupan pribadi dan sosial

Rano menikah dengan Dewi Indriati pada 8 Februari 1988 dan dikaruniai 2 orang anak, Raka Widyarma dan Deanti Rakasiwi. Sebelumnya Rano pernah menikah dan berakhir dengan perceraian setelah 2 tahun.

Rano Karno pernah diangkat sebagai duta khusus Indonesia dalam bidang pendidikan oleh UNICEF, sebuah badan di PBB (Perserikatan Bangsa Bangsa) yang bergerak dalam bidang pendidikan. Rano bisa menjadi duta UNICEF dari Indonesia, setelah direkomendasikan oleh Prof Dr Emil Salim, Mantan Menteri Kesehatan (alm) Prof. Dr. Adhyatma, Ibu Prof. Singgih, Ibu Prof Murprawoto

Biografi Deddy Mizwar

Deddy Mizwar (lahir di Jakarta, 5 Maret 1955; umur 55 tahun) adalah seorang aktor senior dan sutradara Indonesia. Ia adalah Ketua Badan Pertimbangan Perfilman Nasional periode 2006-2009.

Karier
Sejak 1997, ia mendirikan production house-nya sendiri, PT Demi Gisela Citra Sinema, dengan produksi pertama serial tv "Mat Angin", disusul kemudian dengan serial ramadan "Lorong Waktu" (6 season), "Demi Masa", "Kiamat Sudah Dekat" (film dan serial tv), film "Ketika", film "Nagabonar Jadi 2", serial tv "Para Pencari Tuhan", dan terakhir film "Identitas" yang meraih Piala Citra sebagai film terbaik FFI 2009. Di semua judul itu, Deddy Mizwar bertindak selaku produser sekaligus aktor dan sutradaranya. Sinetron dan film produksi Citra Sinema dikenal konsisten mengandung muatan religi dan komedi, meski beberapa judul bergenre drama, misalnya serial tv "Adillah" (RCTI), "Rinduku CintaMu" (SCTV), dan "Gerbang Penantian" (Lativi).

Latar belakang keluarga

Deddy adalah satu dari enam (sebetulnya tujuh, tetapi yang pertama meninggal karena lahir prematur) bersaudara hasil buah perkawinan H. Adrian Andres (Belanda-Bugis) dan Sun'ah (Bugis-Betawi) yang menikah pada tahun 1948.

Film:
    * Cinta Abadi (1976)
    * Ach Yang Benerrr... (1979)
    * Bukan Impian Semusim (1982) ... Adri
    * Sunan Kalijaga (1984) ... Raden Mas Sahid / Sunan Kalijaga
    * Hati yang Perawan (1984)
    * Hatiku Bukan Pualam (1985)
    * Sunan Kalijaga & Syech Siti Jenar (1985) ... Sunan Kalijaga
    * Saat-Saat Kau Berbaring Di Dadaku (1985)
    * Menumpas Teroris (1986)
    * Opera Jakarta (1986)
    * Arie Hanggara (1986)
    * Kejarlah Daku Kau Kutangkap (1986)
    * Kuberikan Segalanya (1987)
    * Naga Bonar (1987) ... Jenderal Naga Bonar
    * Kerikil-Kerikil Tajam (1987)
    * Cintaku di Rumah Susun (1987)
    * Bilur-Bilur Penyesalan (1987)
    * Ayahku (1987)
    * Irisan-Irisan Hati (1988)
    * Bayi Tabung (1988)
    * Putihnya Duka Kelabunya Bahagia (1989)
    * Jangan Renggut Cintaku (1990)
    * Satu Mawar Tiga Duri (1990)
    * Jual Tampang (1990)
    * Gema Kampus 66 (1991)
    * Nada dan Dakwah (1991) ... KH. Murad
    * Ketika (2005)* ... Tajir Saldono
    * Kiamat Sudah Dekat (2003)* ... H. Romli
    * Naga Bonar (Jadi) 2 (2007)* ... Nagar Bonar
    * Ketika Cinta Bertasbih (2009) ... KH. Luthfi Hakim
    * Ketika Cinta Bertasbih 2 (2009) ... KH. Luthfi Hakim
    * Cinta 2 Hati (2010)
    * Bebek Belur (2010)
    * Alangkah Lucunya (Negeri Ini) (2010)*
    * Pengantin Cinta (2010)
    * Fana : The Forbidden Love (2010) ... Teuku Uzman

Biografi Choky Sitohang

Choky Sitohang
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Ini adalah versi yang telah diperiksa dari halaman initampilkan/sembunyikan detail
Ini adalah versi stabil, diperiksa pada tanggal 20 September 2010. Ada perubahan templat/berkas menunggu peninjauan.

Akurasi    Terperiksa
Langsung ke: navigasi, cari
Choky Sitohang
Choky Sitohang.jpg
Nama lahir     Binsar Choky Victory Sitohang
Lahir     10 Juli 1982 (umur 28)
Flag of Indonesia.svg Bandung, Indonesia
Pekerjaan     pembawa acara, aktor
Tahun aktif     2002 - sekarang
Pasangan     Melissa Aryani
Orang tua     Poltak Sitohang dan Diana Napitupulu

Choky Sitohang (lahir di Bandung, Jawa Barat, 10 Juli 1982; umur 28 tahun) adalah aktor dan pembawa acara televisi. Ia dikenal luas sebagai pembawa acara olahraga dan musik, selain itu ia pernah bermain dalam film Sang Dewi pada tahun 2007.

Choky mengawali kariernya sebagai pembaca berita (sekaligus reporter/jurnalis) di sebuah stasiun televisi swasta di tahun 2002. Tiga tahun kemudian, pada pertengahan tahun 2005, Choky lolos kasting program acara realitas Cepetan Dong. Namun, baru 7 episode, Choky harus berhenti lantaran harus menempuh perawatan medis karena mengidap liver hepatitis A. Enam bulan kemudian, Choky memulai lagi dari nol untuk meniti karier sebagai pembawa acara. JakTV mempercayainya untuk membawakan acara My World. Karirnya mulai menanjak usai membawakan acara Good Morning on The Weekend bersama Ferdi Hasan. Nama Choky melejit setelah membawakan ajang EURO 2008. Sebenarnya Euro 2008, bukanlah acara olahraga pertama yang dipandunya, sebelumnya ada La Liga (Spanyol), FA Cup, dan Liga Italia. Acara-acara yang pernah dipandu Choky antara lain Dahsyat (RCTI), Stardut (Indosiar), Hits Music (RCTI), Sing A Song, serta beberapa acara penghargaan seperti Indonesian Movie Award 2008 dan Puteri Indonesia 2008.[1] Tahun 2009 ia memandu acara Happy Song, Take Me Out Indonesia, Take Him Out Indonesia (Indosiar) dan Mario Teguh Golden Ways (Metro TV).

Pada tanggal 18 Juni 2010, Choky menikah dengan Melissa Aryani atau biasa dipanggil Chacha, yang dipacarinya selama empat tahun.

Presenter

    * My World
    * Euro 2008
    * FA Cup
    * Liga Italia
    * La Liga Spanyol
    * Dahsyat (RCTI)
    * Stardut
    * Indonesian Movie Award 2008
    * Puteri Indonesia (2008)
    * Happy Song
    * Take Me Out Indonesia
    * Take Him Out Indonesia
    * Mario Teguh Golden Ways (Trans Tv)

Biografi Ben Joshua

Benjamin Joshua Rompies atau dikenal dengan nama Ben Joshua (lahir di Manado, Sulawesi Utara, 13 Agustus 1980; umur 30 tahun) adalah aktor Indonesia.

KarierDebut aktingnya adalah sebagai Dira dalam Dealova (2005). Sebelumnya, Ben belum memiliki pengalaman akting apa pun. Setelah lulus kuliah, Ben bekerja di sebuah majalah ibukota sebagai media relations executive. Setelah 1,5 tahun bekerja, Ben mendapat tawaran untuk mengikuti casting dan diterima untuk memerankan Dira yang berusia 17 tahun. Awalnya bungsu enam bersaudara ini masih bekerja selain syuting. Tapi karena jadwal syutingnya bentrok dengan jadwal kerja, Ben pun memilih terjun total di dunia entertainment. Sukses Dealova dilanjutkan dengan Cinta Pertama (2006). Dalam film ini, Ben berperan sebagai Sunny, cinta pertama tokoh Alya yang diperankan Bunga Citra Lestari. Kali ini Ben juga kebagian peran anak sekolah lagi.[1]

Meski baru dua kali bermain film, Ben didaulat menjadi salah satu juri dalam 'Festival Sinema Perancis' ke-12, yang berlangsung dari tanggal 13 hingga 22 April 2007 di Jakarta.

Bosan sebagai anak sekolah, Ben pun tak keberatan ketika ditawari tawaran bermain film horor berjudul Malam Jumat Kliwon, besutan Koya Pagayo.[3] Di tahun 2008, Ben bermain lagi dalam film bergenre horor Hantu Jembatan Ancol produksi MD Entertainment.

Biografi Benyamin S

Benyamin Sueb (lahir di Kemayoran, Jakarta, 5 Maret 1939 – meninggal 5 September 1995 pada umur 56 tahun) adalah pemeran, pelawak, sutradara dan penyanyi Indonesia. Benyamin menghasilkan lebih dari 75 album musik dan 53 judul film.

Awal karier
Kesuksesan dalam dunia musik diawali dengan bergabungnya Benyamin dengan satu grup Naga Mustika. Grup yang berdomisili di sekitar Cengkareng inilah yang kemudian mengantarkan nama Benyamin sebagai salah satu penyanyi terkenal di Indonesia.
Duet dengan Ida Royani

Selain Benyamin, kelompok musik ini juga merekrut Ida Royani untuk berduet dengan Benyamin. Dalam perkembangannya, duet Benyamin dan Ida Royani menjadi duet penyanyi paling popular pada zamannya di Indonesia. Bahkan lagu-lagu yang mereka bawakan menjadi tenar dan meraih sukses besar. Sampai-sampai Lilis Suryani salah satu penyanyi yang terkenal saat itu tersaingi.
 

Gambang kromong
Orkes Gambang Kromong Naga Mustika dilandasi dengan konsep musik Gambang Kromong Modern. Unsur-unsur musik modern seperti organ, gitar listrik, dan bass, dipadu dengan alat musik tradisional seperti gambang, gendang, kecrek, gong serta suling bambu.

Setelah Orde Lama tumbang, yang ditandai dengan munculnya Soeharto sebagai presiden kedua, musik Gambang Kromong semakin memperlihatkan jatidirinya. Lagu seperti Si Jampang (1969) sukses di pasaran, dilanjutkan dengan lagu Ondel-Ondel (1971).

Lagu-lagu lainnya juga mulai digemari. Tidak hanya oleh masyarakat Betawi tetapi juga Indonesia. Kompor Mleduk, Tukang Garem, dan Nyai Dasimah adalah sederetan lagunya yang laris di pasaran. Terlebih setelah Bang Ben berduet dengan Bing Slamet lewat lagu Nonton Bioskop, nama Benyamin menjadi jaminan kesuksesan lagu yang akan ia bawakan.
 

Paska duet dengan Ida Royani
Setelah Ida Royani hijrah ke Malaysia tahun 1972, Bang Ben mencari pasangan duetnya. Ia menggaet Inneke Koesoemawati dan berhasil merilis beberapa album, di antaranya "Nenamu" dengan tembang andalan seperti Djanda Kembang, Semut Djepang, Sekretaris, Penganten Baru dan Pelajan Toko.
 

Dunia film
Lewat popularitas di dunia musik, Benyamin mendapatkan kesempatan untuk main film. Kesempatan itu tidak disia-siakan. Beberapa filmnya, seperti Banteng Betawi (1971), Biang Kerok (1972), Intan Berduri serta Si Doel Anak Betawi (1976) yang disutradari Syumanjaya, semakin mengangkat ketenarannya. Dalam Intan Berduri, Benyamin mendapatkan piala Citra sebagai Pemeran Utama Terbaik.
 

Akhir karier
Pada akhir hayatnya, Benyamin juga masih bersentuhan dengan dunia panggung hiburan. Selain main sinetron/film televisi (Mat Beken dan Si Doel Anak Sekolahan) ia masih merilis album terakhirnya dengan grup Rock Al-Haj bersama Keenan Nasution. Lagu seperti Biang Kerok serta Dingin-dingin menjadi andalan album tersebut.
 

Kontribusi terhadap gambang kromong
Dalam dunia musik, Bang Ben (begitu ia kerap disapa) adalah seorang seniman yang berjasa dalam mengembangkan seni tradisional Betawi, khususnya kesenian Gambang Kromong. Lewat kesenian itu pula nama Benyamin semakin popular. Tahun 1960, presiden pertama Indonesia, Soekarno, melarang diputarnya lagu-lagu asing di Indonesia. Pelarangan tersebut ternyata tidak menghambat karier musik Benyamin, malahan kebalikannya. Dengan kecerdikannya, Bang Ben menyuguhkan musik Gambang Kromong yang dipadu dengan unsur modern.
 

Meninggal dunia
Benyamin yang telah empat belas kali menunaikan ibadah haji ini meninggal dunia setelah koma beberapa hari seusai main sepak bola pada tanggal 5 September 1995, akibat serangan jantung. Benyamin dimakamkan di TPU Karet Bivak, Jakarta. Ini dilakukan sesuai wasiat yang dituliskannya, agar dia dimakamkan bersebelahan dengan makam Bing Slamet yang dia anggap sebagai guru, teman, dan sosok yang sangat mempengaruhi hidupnya.

Kisah 3 Orang Beda Negara

Disuatu pelabuhan, 3 orang berbeda kenegaraan bertemu..
agan pertama bernama Smith , berkebangsaan Jerman, agan kedua bernama Makoto berkebangsaan Jepang, dan agan ke tiga bernama Budi berkebangsaan indonesia...

Makoto : huff..bikin susah ane aja,...barang2 beginian harus ane buang nih...
Smith : buang apaan gan? (sapa Smith yg kebetulan melihat aksi makoto)
Makoto : buang macem2 elektronik bekas gan,dinegara ane,barang beginian dah jadi sampah..
Budi : (tiba2 lewat,skalian ngomen) widih, bagus bener brgnya yak gan...ga sayang gan?
Makoto : yoi donk gan...barang beginian mah, kecil..ga ad harganya (menyombongkan diri)
Smith & Budi: (terdiam)..bergegas berlari, bentar ya gan..ane mau tunjukin sesuatu

selang beberapa waktu kemudian........Smith pun membuang mobil2 mewah buatan jerman...

Makoto : Gile lu ndro!! itu kagak salah lu buang mobil??
Smith : hehehe, klw dinegara ente agan buang brg elektronik, dinegara ane jauh lebih hebat...nih mobil2 mewah umur 5 taon ane buang
Makoto : wah...salut...agan memang topmarkotop

tiba2........... terdengar suara seseorang yg juga membuang sesuatu ke laut

makoto n smith: wah kali ini ente mau buang apa? brg elektronik udah, mobil mewah udah..ada yg bisa nandingin?

belum sempat nyengir makoto dan smith terbelalak

Budi : nape gan? kaget?........(ternyata yg dibuang budi pemulung)
(sembari menyeloteh enteng)
Budi : yg beginian dinegara ane banyak gan.......

Biografi Irfan Bachdim

Irfan Bachdim (lahir di Amsterdam, 11 Agustus 1988; umur 22 tahun) merupakan pemain sepak bola Indonesia keturunan Belanda[1]. Saat ini ia memperkuat Persema Malang di Liga Super Indonesia. Ia direkrut Pelatih Persema Timo Scheunemann bersama Kim Jefri Kurniawan. Pelatih Persema Malang itu tertarik ketika Irfan dan pemain muda berbakat Indonesia lainnya bermain di laga amal untuk tokoh sepakbola Lucky Acub Zaenal di Stadion Gajayana, Malang. Irfan sempat hampir membela tim sepak bola U-23 Indonesia di Asian Games 2006 - Qatar. Sayang, dia harus absen dari turnamen tersebut karena menderita cedera. Pada Bulan Juli 2009 dia ditransfer tanpa biaya ke klub HFC Haarlem.

Dalam bermain ia bisa menempati berbagai posisi, ia dapat menempati posisi striker, gelandang maupun sayap. Irfan mengikuti jejak ayahnya, Noval Bachdim yang sebagai pemain Persema Malang di era 80-an. Keluarga besar dari ayahnya kini masih tinggal di Lawang, Kabupaten Malang. Irfan saat ini tergabung dalam timnas Indonesia asuhan Alfred Riedl untuk Piala AFF 2010. Debut pertama bersama timnas Indonesia ia awali ketika timnas menang 6-0 di laga persahabatan melawan Timor Leste, di Palembang pada 21 November 2010.

Penampilan pertamanya bersama Timnas dalam turnamen resmi terjadi pada 1 Desember 2010, saat Indonesia mengalahkan Malaysia 5-1 di Gelora Bung Karno pada ajang AFF 2010. Irfan sendiri mencetak 1 gol dalam pertandingan tersebut

biografi Justin Bieber

Minggu, 05 Desember 2010

Justin Bieber (ejaan Inggris: [ˈbiːbər], BEE-bər; lahir di Strartford, Ontario, Kanada, 1 Maret 1994; umur 16 tahun)adalah penyanyi Pop dan R&B.[2] muda asal Kanada. Ia dibesarkan seorang diri oleh ibunya, Pattie Malette.

Justin memiliki bakat dan minat musik yang cukup tinggi. Dia menguasai terompet, piano, gitar, dan drum yang dipelajarinya sendiri sejak kecil.

Kehidupan Pribadi
Orang tua Biber bercerai, dan Bieber mempunya saudara tiri bernama Jazmyn. Bieber sekarang tinggal di Atlanta, Georgia, kampung halaman Usher, bersama ibunya untuk mencapai cita-citanya berkarir di dunia musik. Sahabatnya di Atlanta, Christian Beadles, juga sering mengirim video ke YouTube. Bieber mengaku sempat berpacaran dengan kakak dari Christian, seorang gadis bernama Caitlin, namun ia juga mengatakan bahwa mereka sudah putus.
Karier

Pada usia 12 tahun, Justin mengikuti kontes menyanyi di kotanya, Stratford, dan memenangkan juara kedua. Sejak itu dia mulai mendokumentasikan penampilannya dan mengunggahnya di Youtube, untuk teman-teman yang tak sempat melihatnya tampil. Pada beberapa videonya, Justin menyanyikan lagu-lagu beberapa penyanyi ternama seperti Usher, Justin Timberlake, Ne-Yo, Chris Brown, dan Stevie Wonder dengan versinya sendiri

Beruntung, Scooter Braun, eksekutif marketing So So Def yang tanpa sengaja menyaksikan penampilannya di Youtube tertarik pada bakat musikalitasnya. Braun segera mengontak Bieber dan menerbangkannya ke Atlanta, Georgia untuk bertemu Usher.

Tak lama, Usher setuju mengorbitkannya melalui label rekaman Island Record pada Oktober 2008. Untuk memantapkan karier musiknya Bieber dan ibunya pindah ke Atlanta.

Selain menyanyi, Bieber juga pernah menjadi presenter untuk Grammy Awards ke-52. Prestasinya dalam dunia musik membuatnya menjadi penyanyi pop solo termuda yang mampu merajai tangga lagu dunia.

Bieber sekarang sedang mengerjakan proyek album perdananya, "My World", yang akan dirilis 17 November 2009. Albumnya akan menampilkan guest vocal Usher, yang juga tampil dalam video musiknya, "One Time". Bieber juga sedang gencar-gencarnya mempromosikan singlenya dan telah tampil dalam beberapa acara TV dan radio. Single pertamanya, "One Time" menduduki posisi ke 12 dalam Canadian Hot 100 dan posisi 26 di the Billboard Hot 100.

Bersama Miranda Cosgrove, Bieber menjadi salah satu presenter dalam 2009 MTV Video Music Awards tepat sebelum penampilan Taylor Swift. Beberapa hari sebelumnya, Bieber tampil membawakan lagu "One Time" pada MTV VMA Tour untuk mempromosikan acara tersebut. Pada 26 September 2009, Bieber tampil pada acara YTV's The Next Star, dan mengumumkan bahwa "One Time" mendapatkan Platinum di Kanada. Pada acara yang sama Bieber juga mengumumkan bahwa single keduanya, "Lonely Girl", akan segera dirilis.

Referensi : wikipedia